CONTOH RESENSI BUKU FIKSI DAN NON FIKSI
Contoh resensi buku fiksi dan non-fiksi yang saya buat :
contoh 1 (buku non fiksi)
Tanaman Pepaya banyak di temui di Indonesia. Oleh karena itu banyak pula buku yang membahas seputar tanaman pepaya. Salah satunya adalah buku berjudul ‘Pepaya Budidaya & Pasca Panen’ yang diterbitkan oleh Penerbit Kanisius. Buku dengan tebal 74 halaman ini ditulis oleh Ir. Rahmat Rukmana. Karya sang Penulis yang sudah di terbitkan oleh Penerbit Kanisius kurang lebih ada 15 buku. Sehingga buku karya beliau patut dibaca karena beliau adalah penulis yang berpengalaman. Jika anda bertanya-tanya, “Dari negara manakah pepaya berasal?”. “Bagaimana cara membudidayakan tanaman pepaya?” Maka buku ini adalah pilihan yang tepat untuk anda baca.
Menurut sejarah, tanaman pepaya berasal dari Amerika Tengah. Para pedagang Spanyol berjasa dalam menyebarluaskan tanaman pepaya dari kawasan Amerika ke berbagai negara di dunia. Menurut perkiraan, tanaman pepaya masuk ke wilayah Indonesia pada abad ke-19. Tanaman pepaya tumbuh dan berproduksi dengan baik di Indonesia, sehingga sering kita jumpai di berbagai daerah.
Dalam buku ini ada tulisan yang meyangkut ilmu genetika yaitu membahas gamet tanaman pepaya. Hal tersebut menjadi salah satu kekurangan karena materi tersebut sulit untuk dipahami. Juga cover buku ini kurang menarik karena warnanya gelap.
Dilihat dari segi bahasa, penulis menggunakan bahasa baku. Buku ini sudah seluruhnya menggunakan Bahasa Indonesia. Bahasa asing hanya digunakan untuk bahasa ilmiah varietas tanaman. Buku ini pantas dibaca oleh siapa saja, terutama bagi anda yang ingin mengetahui seputar tanaman pepaya.
Semoga bermanfaat.... :D
contoh 1 (buku non fiksi)
Judul buku : Pepaya Budidaya & Pasca Panen
Pengarang : Ir. Rahmat Rukmana
Penerbit : Penerbit Kanisius
Tahun Terbit
: 2003
Tebal
: 74 halaman
Mari Kita Mengenal dan Membudidayakan
Tanaman Pepaya
oleh : MK Sarajwati
oleh : MK Sarajwati
Tanaman Pepaya banyak di temui di Indonesia. Oleh karena itu banyak pula buku yang membahas seputar tanaman pepaya. Salah satunya adalah buku berjudul ‘Pepaya Budidaya & Pasca Panen’ yang diterbitkan oleh Penerbit Kanisius. Buku dengan tebal 74 halaman ini ditulis oleh Ir. Rahmat Rukmana. Karya sang Penulis yang sudah di terbitkan oleh Penerbit Kanisius kurang lebih ada 15 buku. Sehingga buku karya beliau patut dibaca karena beliau adalah penulis yang berpengalaman. Jika anda bertanya-tanya, “Dari negara manakah pepaya berasal?”. “Bagaimana cara membudidayakan tanaman pepaya?” Maka buku ini adalah pilihan yang tepat untuk anda baca.
Menurut sejarah, tanaman pepaya berasal dari Amerika Tengah. Para pedagang Spanyol berjasa dalam menyebarluaskan tanaman pepaya dari kawasan Amerika ke berbagai negara di dunia. Menurut perkiraan, tanaman pepaya masuk ke wilayah Indonesia pada abad ke-19. Tanaman pepaya tumbuh dan berproduksi dengan baik di Indonesia, sehingga sering kita jumpai di berbagai daerah.
Tanaman pepaya sering disebut ‘multi guna’. Hampir semua bagian tubuh
tanaman pepaya memiliki kegunaan bagi manusia. Tanaman pepaya dapat di nikmati
sebagai hidangan yang lezat dan bergizi setelah di proses atau diolah. Juga
dapat di jadikan obat tradisional, pakan
ternak, pelunak daging, dan bahan kosmetik.
Buku Pepaya
Budidaya & Pasca Panen ini sangat lengkap. Mulai dari menjelaskan asal tanaman pepaya, cara
membudidayakan pepaya, penyakit yang kerap menyerang pepaya, hingga cara
mengolah tanaman pepaya. Penjelasan juga disertai gambar yang jelas dan
berwarna. Sehingga kita tidak akan bosan membaca buku ini.
Dalam buku ini ada tulisan yang meyangkut ilmu genetika yaitu membahas gamet tanaman pepaya. Hal tersebut menjadi salah satu kekurangan karena materi tersebut sulit untuk dipahami. Juga cover buku ini kurang menarik karena warnanya gelap.
Dilihat dari segi bahasa, penulis menggunakan bahasa baku. Buku ini sudah seluruhnya menggunakan Bahasa Indonesia. Bahasa asing hanya digunakan untuk bahasa ilmiah varietas tanaman. Buku ini pantas dibaca oleh siapa saja, terutama bagi anda yang ingin mengetahui seputar tanaman pepaya.
Contoh 2 (buku fiksi)
Judul buku : Soulmate Where’re You
Pengarang : Oeci
Penerbit : Pustaka Anggrek
Tahun Terbit : 2006
Mencari Arti
Soulmate
oleh : MK Sarajwati
oleh : MK Sarajwati
Penerbit
Pustaka Anggrek telah banyak menerbitkan karya-karya seputar dunia remaja.
Salah satunya adalah novel berjudul ‘Soulmate Where’re You’ yang ditulis oleh
Oeci. Sang Penulis sendiri ketika menulis novel ini sedang berumur 19 tahun. Kehidupan
dan lingkungan penulis dalam masa remaja berpengaruh besar dalam pembuatan
novel ini. Penulis menuangkan ide ke dalam tulisannya berdasarkan pengalaman
dan kehidupan remaja. Ospek, kuliah, tugas, persahabatan, cinta, putus cinta,
hal tersebut dialami oleh para remaja yang juga ada dalam buku ini. Dalam masa
remaja, kita sedang panas-panasnya mencari soulmate. Namun apakah arti
sebenarnya dari soulmate itu? Apakah sama dengan life mate?
Novel ini
berisikan tentang seorang mahasiswa perempuan bernama Minnie yang sedang
mencari-cari arti dari soul mate. Tanpa dia sadari soul mate yang Ia cari
berada pada bagian tersuci di dalam hatinya. Laki-laki yang Ia pikir adalah
soul matenya ternyata hanya ingin memanfaatkan kekayannya. Namun ada satu
laki-laki yang tulus mencintai Minnie. Soul mate yang selama ini dicari oleh
Minnie, pada akhirnya mereka bertemu setelah pencarian dan perjalanan panjang.
Orang itu adalah Mas Chandra, senior sekaligus atasan yang membuat Minnie mencari-cari
arti soul mate.
Novel ‘Soulmate Where’re You’ ini berisi tentang
kehidupan para remaja yang lengkap dengan dunia percintaan. Namun bukan hanya
romance, di dalam novel ini juga terdapat unsur persahabatan dan komedi yang
akan sukses membuat kita tertawa. Selain itu juga terdapat beberapa puisi
dengan kata-kata yang indah. Sehingga kita tidak bosan membaca sampai akhir. Adanya
tokoh misterius yang latar belakangnya belum diketahui dengan jelas membuat kita
jadi penasaran, juga menjadi keunggulan dari novel ini.
Semua karya pasti memiliki kekurangan, begitu juga dengan
novel ini. Pengarang terlalu banyak menggunakan Bahasa Inggris dan parahnya
tidak ada terjemahannya. Salah satunya “A lot of people believe in soul mate,
so I will run to catch my soul mate!”. Hal seperti itu tentunya merepotkan bagi
pembaca yang tidak mengerti Bahasa Inggris. Walaupun mengandung unsur komedi, dalam
novel ini ada beberapa sesi cerita yang cukup panjang dan sedikit membosankan.
Banyak percakapan yang kurang penting karena intinya sama saja. Pencarian
tentang soulmate dirasa masih kurang, juga sesi antara Minnie dan Mas Chandra
tidak banyak. Dan yang paling membuat greget adalah pengarang
tidak menyelesaikan akhir cerita dari pasangan kita, yaitu Minnie dan Mas
Chandra. Sehingga kita sebagai pembaca harus memikirkan sendiri akhir cerita
novel ini.
Dilihat dari segi bahasa, pengarang menggunakan bahasa
yang tidak baku dan lebih kepada bahasa gaul remaja zaman sekarang, seperti
“lo-gue”. Juga, pengarang belum seluruhnya menggunakan Bahasa Indonesia. Banyak
kata-kata yang menggunakan bahasa asing, seperti “chayo chayo” dan “night too”.
Novel ini pantas dibaca untuk siapa saja terutama
untuk remaja wanita. Namun bila Anda tidak mengerti Bahasa Inggris, maka novel ini tidak
direkomendasikan untuk anda baca atau miliki. Karena dalam buku ini terdapat banyak kata-kata yang menggunakan bahasa Inggris.

Komentar
Posting Komentar