Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Puisi : Cinta dan Wanita (Part 2)

Mari kita ibaratkan barisan puluhan paskibraka itu merupakan gerombolan ikan berwarna hijau Sedangkan aku adalah seekor hiu aneh Yang berusaha menghindari mangsanya karena takut Saat itu, sinar matahari tak begitu menembus lautan tempatku bernaung Aku terdiam memperhatikan populasi-mangsaku Cukup sibuk memutar bola mata, Mengendus mangsa yang aku maksud Pikirku aku mencium bau si Mangsa samar-samar Di keramaian, Terdengar   ikan hijau di baris   ketiga setengah berteriak, “Hai Ikan Merah!” Demi apapun, tak sedetikpun ingin aku lewatkan Tentu saja aku segera berbalik badan Mencari sosok Ikan Merah, Mangsaku! -Sarajmm Yogyakarta, 12 Maret 2018

Puisi : Cinta dan Wanita

Jika "Wanita" seorang wanita Sedangkan "Cinta" seorang pria Kemudian ada cinta di antara mereka  Mengapa Wanita dan Cinta lebih memilih mengabaikan cinta? Bisa jadi karena Wanita menggunakan hati Cinta menggunakan logika Di hari terakhir mereka bertemu, sekedar satu-detik tatap pun tak sanggup mungkin logika Cinta terlalu kejam bagi hati Wanita atau bisa jadi terlalu rumit untuk dimengerti Walau begitu, Pada akhirnya, akan ku akui Dalam puisi ini, Akulah "Wanita" yang tak bisa memahamimu, Cinta -Sarajmm Yogyakarta, 8 Maret 2018